Dendy Darman dan Industri Perasaan

Oleh: Sazkia Ghazi

"Berangkat tanpa rencana, cepat mengeksekusi dengan perasaan yakin, dan jika gagal… well, that’s life. Itu semua proses. Kegagalan menjadi koleksi album kehidupan yang jika ditengok ke belakang, bisa membuat kita tersenyum dan bersyukur pernah melewati itu semua."
Dendy Darman

Dendy Darman, atau sering disapa Om Dendy, sudah berselancar di dunia kreatif lebih dari 20 tahun. Pandemi Covid-19 membuat Dendy harus beradaptasi dengan keadaan yang tidak normal. New normal meeting is not the same as the old one. Dendy senang bertemu dengan banyak orang karena bisa mendapatkan tambahan energi. Tapi tentunya hal ini tidak menyurutkan semangat berkreasi untuk mewujudkan berbagai ide yang suka muncul ketika sedang berkumpul bersama teman-teman. Lalu bagaimana cerita seorang Dendy Darman di sebuah industri kreatif yang selalu melibatkan perasaan bisa mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya?

 

Semuanya Berawal dari Quality-time yang Berlebihan

Sebelum mulai membangun sebuah brand, ide pertama yang diwujudkan oleh Dendy adalah mendesain cover album band kawan-kawannya. Sebagai perupa grafis, ketika teman-teman menerima hasil responnya dalam bentuk cover untuk album yang akan dirilis, cukup memantik api semangat dan perasaan bahagianya. 

Selain menggambar, kita juga tahu kalau Dendy senang berseluncur di laut. Yes, he loves to surf! Lokasi surfing yang dipilih biasanya berada di daerah terpencil yang minim fasilitas. Sehingga untuk menghabiskan waktu semasa menunggu ombak atau sesudahnya, Dendy memiliki waktu yang sangat banyak bersama teman-temannya. “Nggak ada yang bisa dilakukan sambil menunggu, jadinya ngobrol-ngobrol dan dari situ banyak mendapatkan ide. Gua rasa ini karena quality-time yang berlebihan, sih, hahaha!”

Tapi Dendy mengakui kalau hampir semua idenya muncul saat sedang ngobrol-ngobrol ngalor ngidul. Tidak jarang beberapa idenya dieksekusi oleh orang lain, and he’s really fine with that. Dendy juga senang kalau ada yang datang, ngobrol untuk sekadar bertukar pikiran, kemudian beberapa waktu kemudian orang tersebut berhasil mewujudkan idenya. “Itu asyiknya! Lo bisa lihat semua orang bersemangat mewujudkan idenya, gua ikut senang ketika ide tersebut dieksekusi dengan baik dan berhasil!”

 

Berlari Bersama-sama

Salah satu ide besar yang berhasil diwujudkan adalah membangun 347, yang desain pertamanya muncul saat sedang menghabiskan waktu di malam hari sebelum besoknya surfing. Dendy juga tidak pernah menyangka kalau hasil dari eksekusi idenya ini akan banyak menginspirasi banyak orang. 

“Dulu kayak lari sendirian di sebuah running track yang nggak dikenal, tapi terus muncul orang baru, dan terus nambah. Jadi rame! Tadinya lari sendirian, dan itu dingin, kan? Pas banyak orang, jadi hangat. Lari bareng hampir 24 tahun, rasanya menyenangkan!”

Dendy rupanya tidak memiliki masalah dengan berlari bersama-sama. Semua ide yang dieksekusinya berujung pada kerumunan orang. Dendy sadar betul akan kebutuhan utama manusia sebagai makhluk sosial. Kita semua butuh satu sama lain. Kita butuh tumbuh bersama. Kita membutuhkan rasa hangat untuk bisa bertahan hidup, dan rasa hangat ini muncul ketika kita berinteraksi dengan manusia lainnya.

“Gua bikin baju untuk dipakai sama orang, dan orang tersebut akan memakai baju tadi untuk ketemu sama orang lain lagi. Gua bikin restoran supaya orang-orang datang dan punya tempat yang nyaman untuk berkumpul dan bertemu dengan orang-orang lainnya.”

Hal ini juga berlaku ketika Dendy membangun Dendy Darman Studio. Dendy ingin ada magnet hangat dalam setiap rumah yang dibangun. Mewujudkan rasa tersebut tentunya harus sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan klien. Dendy Darman Studio berhasil menanam magnet tersebut. Biggest compliment yang selalu didengar adalah “asli, rumah gua rame terus!”

Turns out Dendy Darman studio is building a home, not just building a house, right?

 

Plagiarism is The Highest Form of Flattery

Dalam perjalanannya, Dendy tentu tidak boleh menutup mata dengan para peniru ulung di industri kreatif. Tapi bukan Dendy namanya kalau hanya merasa kesal. Dendy mengingatkan, kalau dirinya selalu menyayangi dan mencintai si ide.

“Gua sayang banget sama ide gua!” dan inilah kunci utama milik Dendy untuk bisa terus mewujudkan dan menjalankan ide-idenya. Ide yang ditiru merupakan bentuk penghargaan tertinggi untuknya. Kalau sudah ditiru, berarti ini saatnya untuk mencari celah baru agar ide tersebut tetap terasa orisinil dan bisa terus berjalan.

“Untuk 347, caranya dengan mengubah namanya. Dari 347 jadi EAT, dipalsuin lagi, berubah jadi UNKL, gitu aja terus, haha!”

347 menjadi sebuah ide yang paling berkesan karena benar-benar dimulai dari titik nol. Karena punya 347, Dendy belajar menjadi desainer, soal keuangan perusahaan, hingga perintilan manajerial. Satu-satunya hal yang tidak dicobanya adalah mengurus legal 347. Dendy cukup tahu kapasitas diri. Ketika ada hal yang tidak mungkin dipelajari secara otodidak, tidak boleh malu dan ragu untuk bertanya ke ahlinya.

 

Barometernya adalah Perasaan

Mewujudkan ide bukanlah hal mudah. How do we predict it? Bagaimana caranya agar kita yakin bisa mewujudkan ide yang sering muncul di sembarang waktu?

Ini rupanya yang tidak bisa kita curi dari seorang Dendy Darman, karena jawabannya adalah perasaan. Dendy selalu memiliki feeling kalau ide yang satu ini akan berhasil. Walau bagi sebagian orang, memakai perasaan sebagai alat ukur bukanlah hal yang baik, namun bagi Dendy justru di situ seninya.

“Gua dari dulu ada di industri perasaan. Kemungkinan-kemungkinan ini selalu berangkat dari rasa. Kadang juga nggak dihitung, karena lebih nyaman dirasa. Jadi kalau salah, nggak akan menyesal. Karena kalau sudah diperhitungkan tapi masih meleset, pasti akan timbul penyesalan, ya, kan?”

Jadi, apakah seorang Dendy Darman pernah menyesal? Mengingat banyak sekali ide-ide liar yang berhasil dieksekusi bersama timnya dengan baik, masa’ sih, tidak ada yang gagal? Lalu bagaimana cara membangun chemistry dengan tim agar bisa terus berjalan bersama-sama? Bagaimana cara mengasah rasa?

Let’s watch the video and find out more about Dendy himself and how he predicted himself in 10 years!

 

 

Interviewed by Sazkia Ghazi

 

Sazkia Ghazi
Consistently blogging for happiness and currently working as Creative Project Manager at IDEABAKERS
OTHERS

...

Wanggi Hoed dan Kehidupan Seni...

ALI YAUMIL
13 Oct 2021 | 5 minutes to read

...

Sustainability Sama Dengan Gay...

ANNISA HASNA
01 Sep 2021 | 4 minutes to read

...

10 Harsh Truths About Growing...

CITRA SARAS
22 Aug 2021 | 4 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved