Pergerakan Independen dari Timur Bandung

Oleh: Annisa Hasna

Tim IDEABAKERS.ID menemui salah satu hulubalang Ujungberung Rebels, Iman Rahman Anggawiria Kusumah atau yang lebih dikenal Kimung. Bersama Ujungberung Rebels, Kimung dan kawan-kawan melahirkan banyak unit metal berpengaruh di Indonesia, seperti Beside, Forgotten, dan Funeral. Pada wawancara kali ini, Kimung menceritakan bagaimana perjalanannya mengenal dunia musik dan literasi bawah tanah hingga pandangannya terhadap regenerasi musik di Bandung.

 

Mula

Tumbuh dan berkembang di timur Bandung, tepatnya di Ujungberung, titik di mana seniman tradisional berada, menjadi salah satu alasan Kimung mengenal dunia musik. Di Ujungberung, Kimung mulai mempelajari alat musik tradisional Dogdog bersama pemuda masjid di sekitar kediamannya. Titik inilah yang menjadi awal mula Kimung tertarik terhadap musik perkusif.

Memasuki masa menengah pertama, Kimung dikenalkan dengan grup musik metal asal Amerika, Metallica. Merasa takjub dengan musik yang ditawarkan, Kimung sampai-sampai membeli kamus bahasa Inggris untuk menerjemahkan lirik-lirik lagunya. Ujungberung yang kala itu mengalami krisis identitas membuat Kimung dan pemuda sekitar mengalami shock culture dan musik Metallica-lah yang menurut Kimung mampu mewakili kondisi tersebut.

“Rimanya bagus, berbicara tentang keadilan, perang, dan kesenjangan sosial,” ujar Kimung.

Atas jalan hidup yang ia pilih, Kimung menyadari banyak stigma negatif yang melekat pada dirinya. Namun, nyatanya musik mampu menyelamatkan hidupnya. Ketika Kimung tergabung dalam band Burgerkill, ia sempat terjerat dan jatuh ke dalam lubang hitam narkoba hingga membuat dirinya dipecat dari Burgerkill. Tapi, berkat musik dan support dari teman-teman Burgerkill melalui Ivan Scumbag (Alm), Kimung mampu bangkit dari keterpurukan dalam kurun waktu setahun.

Do It Yourself sebagai DNA

Setelah lepas dari jeratan narkoba, Kimung mulai aktif dalam dunia literasi. Tentunya tulisan tersebut berkaitan erat dengan komunitas Ujungberung Rebels. Bagi Kimung sendiri, literasi merupakan buah pemikiran yang compact. Tercatat hingga saat ini, Kimung berhasil menulis 4 buku, Myself: Scumbag, Beyond Life and Death; Memoar Melawan Lupa; Jurnal Karat, Karinding Attacks Ujungberung Rebels; dan Ujungberung Rebels

Dalam merilis buku-bukunya, Kimung lagi-lagi memilih jalur independen. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya infrastruktur yang mendukung untuk menampung buah pikiran Kimung dan teman-teman lainnya serta munculnya penerbit-penerbit underground seperti Ultimus. Hampir separuh hidupnya berada di jalur independen, Kimung merasa tidak mempunyai banyak pilihan terkecuali melanjutkan apa yang sudah ia pilih.

Selain aktif menulis, Kimung bersama Ujungberung Rebels juga mencetak segudang kegiatan yang berbasis DIY (Do It Yourself) lainnya, seperti membuat pertunjukan musik sendiri, yaitu ”Bandung Berisik", merilis media informasi dalam bentuk zine yaitu Revogram, serta membentuk kru panggung dan rekaman yang kemudian dikenal dengan nama Homeless Crew.

Regenerasi Musik

Berbicara tentang musik, tak lengkap rasanya jika tidak membicarakan regenerasi musik di Bandung dari kacamata seorang Kimung. 

Menurut Kimung, di Bandung pertumbuhan musik dinilai bagus. Banyak band-band berkualitas muncul dari gelombang yang lebih muda dan memiliki potensi yang besar seperti Heals dan Gaung. Namun, di balik itu semua, Kimung merasa jenuh dengan pola regenerasi yang ada—festival-festival musik dengan line up yang itu-itu saja, sementara setiap harinya lahir band-band muda yang jauh lebih keren.

“Band pioneer mau tetap ada di sini atau buka jalan lain?”

Merespon keadaan yang ada, Kimung bersama teman-teman Burgerkill akhirnya melakukan terobosan dengan manggung di negara lain, seperti Australia. Menurut Kimung, kita semua sudah menjadi makhluk internasional sehingga respons ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi para band pioneer lainnya.

“Kalau band pioneer buka kanal di luar, nah, kursi-kursi band di festival Indonesia, kan, kosong. Bisa diisi dengan band-band baru.”

Tidak hanya menceritakan tentang bagaimana perjalanannya mengenal dunia musik dan literasi bawah tanah, kepada tim IDEABAKERS.ID Kimung juga berbagi pandangannya mengenai sejarah yang amat ia dalami. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Nantikan jawabannya pada video interview kami bersama Kimung!

Annisa Hasna
Writer at IDEABAKERS
OTHERS

...

Menelusuri Jejak-jejak Asal Mu...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
23 Nov 2021 | 4 minutes to read

...

Bermain-main dengan Memoar di...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
18 Nov 2021 | 3 minutes to read

...

Bagi Mereka, Pahlawan itu...

ALI YAUMIL
10 Nov 2021 | 1 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved