Di Balik Dunia Musik

Oleh: Citra Saras

Anya Anggarda, sosok di balik kesuksesan artis-artis ternama ibu kota. Mulai dari Petra Sihombing, Nadin Amizah, Sivia, dan Kevin Hugo. Siapa, sih, yang nggak mengenal mereka dan karya-karya yang dilahirkannya?

Di balik perjalanan para artis muda tersebut, Anya Anggarda berperan sangat besar. Namun, Anya memang lebih memilih untuk tidak terlalu show up – biar artisnya saja, katanya. Tapi, kali ini Anya Anggarda bersedia untuk berbagi dengan IDEABAKERS.ID tentang mimpi-mimpi yang ia jalani bersama tim beserta makna-makna di baliknya.

Trust Young People

Glenn Fredly (Alm.) menjadi sosok yang sangat menginspirasi bagi perjalanan karir seorang Anya Anggarda. Ia bercerita bahwa Glenn Fredly selalu memiliki mimpi yang besar, dan beliau nggak sungkan untuk menularkannya pada Anya. Setiap pesan yang disampaikan selalu melekat dengan kuat di hatinya. Salah satu pesan yang beliau sampaikan dan sangat tidak mungkin dilupakan ialah pesannya untuk mempercayai para musisi muda dengan memberikan ruang yang luas bagi mereka untuk berkarya dan terus melakukan regenerasi.

Meski regenerasi musisi merupakan hal yang sangat penting, namun Anya juga berharap regenerasi manajemen turut dilakukan, karena manajemen merupakan elemen penting untuk mendukung kesuksesan para musisi.

Setiap Peran Punya Masa Waktunya

Berbicara tentang mimpi memang nggak akan ada habisnya. Sebelum menjalani bisnisnya saat ini, Anya sempat membangun bisnis lain yang nggak berjalan sesuai rencana. Namun Anya nggak berhenti berproses hingga ia memegang prinsip, selama mimpinya memberikan manfaat bagi orang lain, ia akan terus berjalan tanpa henti.

Sebaliknya, jika peran Anya sudah dirasa nggak memberikan manfaat yang sesuai lagi (dalam kondisi ini kepada artis-artisnya) ia juga nggak akan memaksakan kehendak. Anya paham betul, bahwa semua hal ada waktunya; begitu pula masa yang ia habiskan bersama orang-orang yang tadinya berjalan beriringan menuju mimpi yang sama.

Antara Self-esteem dan Proses Berkarya

“Goals gua sekarang gua pengen tap projects dan semua artis gua bisa bener-bener terus berkarya apapun rintangan dan kendalanya. Karena dengan kita berkarya, itu tuh salah satu self-esteem elu gitu. Ketika berhenti berkarya, ya udah. Tapi ketika lo terus pengen berkarya, akan ada aja jalannya. Ketika lo dipercaya, jalannya akan baik gitu.”

Anya selalu percaya bahwa setiap karya pasti akan ada jalannya. Mungkin hal ini juga pernah terjadi pada kita. Ketika kita sedang berproses atau melakukan sesuatu, pasti ada rasa menggebu yang secara nggak langsung mendorong kepercayaan diri yang kita miliki. Percaya atau nggak, hal itu juga mempengaruhi bagaimana kita dilihat dari luar, lho. Makanya, jika saat ini kamu sedang mengusahakan sebuah karya, kami harap kamu akan terus berjalan bahkan ketika karya tersebut telah rampung dibuat. Karena, kita selalu bisa membuat karya yang lebih baru dan lebih baru lagi, bukan?

Street-smart or Book-smart?

Berbicara tentang book-smart dan street-smart, Anya mengaku bahwa ia termasuk golongan book-smart karena berangkat dari teori secara akademis. “Pendidikan itu penting, karena lu akan belajar bagaimana universe bekerja, karena semua teori juga berangkat dari lapangan. Kalau nyari tahu dulu tanpa dasar, lo harus lebih kerja keras.”

Meski mengaku sebagai seorang book-smart, ternyata belakangan Anya lebih sering mengambil keputusan berdasarkan perasaan dan pengalaman di lapangan dibandingkan secara teori. Nggak ada yang salah dengan keduanya. Book-smart adalah ketika kamu berangkat dari teori dan kembali pada teori saat akan melakukan sesuatu, sementara street-smart adalah ketika kamu lebih banyak mengandalkan pengalaman dan perasaan untuk mengatasi atau mengambil keputusan atas suatu permasalahan. Dalam kasus ini, Anya Anggarda menyeimbangkan keduanya.

“Ilmu akademisi itu tabungan yang nggak harus lo pake,” ujar Anya; jadi nggak ada yang namanya sia-sia. Meski sekarang kamu menggeluti bidang profesi yang jauh berbeda dengan fokus yang kamu ambil ketika kuliah, jangan pernah menganggap ilmu yang udah kamu pelajari saat itu sia-sia, ya. Terakhir, nggak bisa semua hal bisa diputuskan hanya berdasarkan data, namun, data juga harus didukung oleh perasaan agar apapun hasil dari keputusan yang dibuat nggak akan berakhir dengan rasa penyesalan.

Bicara Tentang Penyesalan...

“Gue lebih banyak menyesali keputusan yang nggak pernah gue ambil, dan gue nggak menyesal dengan apa yang gue ambil meskipun merugi. Karena ketika udah memutuskan sesuatu, gue akan maksimal meski hasilnya nggak maksimal. Baik dan buruk, benar dan salah itu ilusi.”

Masih banyak hal serta pesan yang Anya Anggarda sampaikan terkait dengan profesi yang digelutinya saat ini, juga perjalanan panjangnya menjadi seseorang di balik layar; bagaimana prosesnya dalam memilih artis, pendapatnya mengenai regenerasi musisi, hingga apresiasi terbesar bagi orang-orang yang terlibat dalam setiap langkah karirnya.

Tunggu video wawancara lengkap IDEABAKERS.ID bersama Anya Anggarda, ya!



Citra Saras
Writer at IDEABAKERS
OTHERS

...

Wanggi Hoed dan Kehidupan Seni...

ALI YAUMIL
13 Oct 2021 | 5 minutes to read

...

Sustainability Sama Dengan Gay...

ANNISA HASNA
01 Sep 2021 | 4 minutes to read

...

10 Harsh Truths About Growing...

CITRA SARAS
22 Aug 2021 | 4 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved