Tepat Waktu atau Waktu Yang Tepat

Oleh: Helen Rizkia

What is time? Is it only a certain number of second, minutes, hour, day, year? Or simply it’s all about the past, present, and future? 

Setiap hari, kita dihadapkan dengan konsep waktu yang menuntut kita untuk melakukan berbagai hal dan mengejar pencapaian dalam hidup. 

Meeting pukul 08.00. 

Cuti selama 2 minggu. 

Olahraga selama 30 menit. 

Menikah di usia 25 tahun. 

 

Nggak jarang juga, semua waktu yang udah di-set nggak berjalan semestinya. Ketika harus meeting pukul 08:00, partner-mu baru datang pukul 08:45. Atau ketika sudah merencanakan pernikahan di usia 25 tahun dengan matang, ternyata hubunganmu malah kandas di usia 24 tahun 8 bulan. What can we do then? Let the times roll while we f*cked up because our plan is not going well? No, Darling, you have no time for that!

Setiap waktumu berharga, walaupun itu artinya dalam kegagalan sekalipun. Nggak ada waktu yang sia-sia kalau kamu belajar sesuatu, terutama dari kegagalan yang dihadapi. Sayangnya, kita nggak punya mesin waktu untuk memperbaiki masa lalu atau pergi ke masa depan untuk melihat berbagai kemungkinan yang akan terjadi. 

Life can only be understood backwards; but it must be lived forwards.” — Soren Kierkegaard

Sejatinya, kita bergelut dengan waktu. Pilihannya, mau kita yang mengendalikan waktu atau waktu yang mengendalikan kita? Masalah waktu semakin rumit ketika kita membandingkan “waktu” milik kita dengan “waktu” milik orang lain.

Padahal, hitungannya udah jelas. Sehari cuma 24 jam, setahun cuma 365 hari, dan hal ini berlaku sama semua orang. Nggak ada orang sehari punya 50 jam atau 400 hari dalam setahun. Yang membedakan adalah timeline yang dilewati.

Ada yang lulus kuliah di usia 21 tahun, tapi harus menganggur sampai usia 27 tahun; ada yang lulus kuliahnya di usia 25 tahun, tapi langsung dapat pekerjaan. Ada yang menikah di usia 25 tahun, tapi harus menunggu 5-8 tahun untuk punya anak, sementara mereka yang menikah setelah usia 30 tahun langsung dikaruniai keturunan. Biasanya, kita mulai gusar ketika merasa tertinggal jauh di belakang orang lain, pun merasa lebih baik ketika berada di depan orang lain. In the end, everything happens according to our own time. You are not worthy of comparison with others’ timeline. 

Be On Time!

Tepat waktu itu harus, it’s a super basic thing! Tepat waktu bikin kamu jadi orang yang disiplin; disiplin dengan diri sendiri maupun semua hal yang kamu set dalam hidupmu. Contoh paling sederhana adalah nggak nge-snooze alarm buat bangun pagi! Masih sering dilakuin, kan? Hahahaha! Again, it’s a basic thing. Kalo mau memulai sesuatu yang besar, kamu harus mulai dari langkah kecil terlebih dahulu. Kalo udah mulai terbiasa bangun pagi pas denger alarm pertama berbunyi, sisanya, sih, so easy like 1, 2, 3! Kamu bakal bisa datang ke pertemuan tepat waktu, beresin to-do list sesuai deadline, lulus kuliah sesuai target dan banyak lagi!

Dengan bersikap tepat waktu, secara nggak langsung, kita jadi melatih diri untuk punya target dan menepati target tersebut. Seperti yang dibahas di awal; jangan sampai waktu yang mengatur kita, tapi harus kita yang mengendalikan waktu. Caranya dengan menentukan target dan atur timeline-nya! Nggak perlu terburu-buru, what is meant for you will always arrive on time. Kuncinya cuma satu: konsisten!

No worries. Selama kamu punya target yang mau dicapai, kamu berada di timeline yang tepat. Nggak usah peduliin target orang lain, fokus aja sama target diri sendiri. Kalau kamu udah atur target lulus kuliah di 4 tahun, fokus untuk mengejar target tersebut! Ketika temen sebelahmu lulus di 3,5 tahun, ya udah biarin aja, toh itu targetnya dia. Fokus sama target kamu and be on time. Once again, set your own timeline and trust the timing of your life!

How about the right time? 

Kamu nggak akan pernah bisa menunggu waktu yang tepat, waktu yang pas, atau bahkan waktu yang sempurna. Terkadang, kamu harus men-challenge diri untuk do it now! Alasannya kenapa? Because Darling, life is too short to wonder what could have been and dabble in the what if’s. Kamu nggak akan pernah tau apa yang akan terjadi kalau nggak memulainya sekarang. Masih inget artikel sebelumnya yang berjudul “Start Now”? Mulai aja dulu! 

The trouble is, you think you have time.” — Buddha

 

“Aku kalo udah punya uang mau mulai hidup sehat, ah!”

“Nanti pas udah nikah, gue mau belajar masak biar jadi istri yang jago masak!” 

“Ntar aja deh join organisasinya, sekarang sih malu, masih bodo, nih…”

“Kayanya gue belum siap ngutarain perasaan ke dia, deh! Waktunya nggak pas, bro!”

Excuse apa lagi yang biasanya kamu denger, mengatasnamakan “waktu yang tepat”? If you wait until you are ready on the right time, you will be waiting for the rest of your life. There is no such thing called “right time”, it’s just time and what you do with it. Seringkali mendengar banyak orang berkata “good things take time”. Bener, sih, nggak ada yang salah. Yang salah itu gimana kita menerjemahkannya. Banyak dari kita mengartikannya dengan menunda melakukan sesuatu yang baik sampai waktunya dirasa tepat, alasannya ya itu tadi, good things take time! Nggak gitu cara mainnya! Berkomitmen untuk berusaha mengejar hal-hal yang baik dan sabar dalam prosesnya harusnya menjadi kunci, bukan malah menunggu sampai suatu hal baik datang pada waktunya. 

 

Stop waiting for Friday, for summer, for someone to fall in love with you, for life. Happiness is achieved when you stop waiting for it and make the most of the moment you are in now.” — Unknown.

 

Jadi, mau sampai kapan nunggu waktu yang tepat datang, sementara kita disibukkan sama hal-hal yang gak membawa perubahan yang baik buat diri kita? Yakin masih punya banyak waktu? It’s time to start something new and trust the magic of beginnings. The best time for new beginnings is now!

Good luck with your time! 

XO

Helen Rizkia
The Glow-Getter who is working as MarComm Manager at IDEABAKERS
OTHERS

...

Wanggi Hoed dan Kehidupan Seni...

ALI YAUMIL
13 Oct 2021 | 5 minutes to read

...

Sustainability Sama Dengan Gay...

ANNISA HASNA
01 Sep 2021 | 4 minutes to read

...

10 Harsh Truths About Growing...

CITRA SARAS
22 Aug 2021 | 4 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved