Answering Sadness with Kindness

Oleh: Sazkia Ghazi

“The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong!” -Mahatma Gandhi.

Manusia lahir dengan berbagai rasa; senang, sedih, marah, takut, dan jijik. Ketika ada suatu hal yang terjadi, maka kita akan bereaksi. Ketika ada sesuatu yang nggak sesuai ekspektasi, maka biasanya kita akan merasa marah atau sedih. Kemudian secara naluri, kita akan mencoba mengolah rasa tersebut, lalu di akhir, kita akan dihadapi dua pilihan: memaafkan atau membalas dendam.

Namun coba tarik nafas sebentar, kemudian coba lihat lebih jauh, apakah sesuatu yang membuat kita sedih atau marah ini pantas untuk menerima balasan kita? Are they worth the energy? Kalau sudah kita balas, lalu apa? Kita akan menjadi sama. That’s not what we want, right? They do something bad because usually they feel envious, jealous, or else. Are you sure you want to be like that?

 

Overthinking is not healthy

Ketika ada sesuatu yang menyebalkan dan nggak kita ketahui kejelasannya, maka ujungnya kita akan menjadi overthinking, dan ini nggak baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Do you have any ideas how many opportunities you lost when you keep rolling on your own bubble? Memikirkan hal-hal yang nggak ada ujungnya, membuat kita nggak bisa berkembang. Jika kita memang melakukan kesalahan, maka cepat-cepat sadari kesalahan tersebut dan minta maaf. Daripada terus menduga-duga, lebih baik memberanikan diri untuk berbicara kemudian meminta maaf. Sensasi adrenaline rush saat memutuskan untuk menghadapi masalah akan mereda saat kata maaf berhasil dilontarkan. No more overthinking, because everything is clear.

Trust the universe

Percayalah, semua ada timbal baliknya. Apa yang sudah ditanam, maka itu yang akan dituai. Nggak perlu repot menyiapkan senjata balas dendam. Karena bumi itu bulat, karena hidup kita seperti roda. Everything happens for a reason. And that’s why the best revenge is no revenge. Jika memang yang dilakukan seseorang ini berdampak sangat besar, maka gunakan energi negatif tersebut untuk menciptakan sesuatu yang besar juga. Let the universe do its work, you just have to stay on the kindness line, and move on.

 

Tahun 2020 yang sebentar lagi habis ini membuat kita merasakan banyaknya hal yang harus diubah, disesuaikan, ditinggalkan, atau bahkan baru ditemukan. Dalam perjalanan beradaptasi, pasti ada hal-hal yang memantik rasa sedih atau marah. Rasa kehilangan dan rasa bersalah. Semuanya valid, semua rasa benar adanya. Sekarang tinggal kita yang memilih jawaban untuk semua rasa tersebut. Dan salah satu hal yang bisa diambil sebagai jawaban atas kemarahan atau kesedihan yang terjadi adalah dengan memaafkan segalanya.

Memaafkan selalu menjadi perkara yang nggak mudah. Meminta maaf juga harus dilakukan dengan sadar, agar kita tahu betul apa kesalahan yang sudah dilakukan kemudian mencoba untuk nggak mengulanginya. Tak jarang juga kita harus meminta maaf atas sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawab kita.  Namun, seperti yang diucapkan oleh Mahatma Gandhi, bahwa maaf merupakan atribut mereka yang kuat, yang memiliki hati yang besar untuk mengucapkan dan menerima dengan sadar.

Are you strong enough to answer your anger, your sadness, your pain through this 2020 with one form of kindness; the forgiveness?

Sazkia Ghazi
Consistently blogging for happiness and currently working as Creative Project Manager at IDEABAKERS
OTHERS

...

Menelusuri Jejak-jejak Asal Mu...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
23 Nov 2021 | 4 minutes to read

...

Bermain-main dengan Memoar di...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
18 Nov 2021 | 3 minutes to read

...

Bagi Mereka, Pahlawan itu...

ALI YAUMIL
10 Nov 2021 | 1 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved