Seberapa Penting, sih, Apresiasi?

Oleh: Maulana Syarief

apresiasi/ap·re·si·a·si/ /aprésiasi/ n 1 kesadaran terhadap nilai seni dan budaya; 2 penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu; 3 kenaikan nilai barang karena harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah.

 

Apresiasi nggak melulu hanya diberikan ke seorang seniman atau budayawan, nggak juga ke cendekiawan ataupun jutawan. Karena pada dasarnya, apresiasi dibutuhkan oleh setiap orang, dan setiap orang bisa memberikan apresiasi. Bukan cuma mereka yang berprofesi sesuatu atau dipandang banyak mata, tapi semua; orang-orang yang hidup dan striving setiap hari untuk menggapai mimpinya.

Sebagai seorang pekerja swasta, saya juga butuh apresiasi. Kemudian pertanyaannya, “Emang apresiasi penting, ya?” Saya bisa jawab dengan huruf kapital, "IYA.” Memberikan apresiasi bukanlah sebuah hal yang sulit, nggak harus selalu ditunjukkan dengan bentuk hadiah, tapi bisa sesederhana dengan senyuman atau dengan kata-kata seperti “Good job! Keren banget kerjaan kemarin! You did very great!” dan lainnya. Kalau di lingkup pekerjaan, apresiasi bisa dibilang senjata utama seorang manajer atau atasan untuk membangkitkan semangat timnya.

 

“Karya nomor wahid, apresiasi nomor dua,” ujar Edwina atau yang lebih dikenal dengan nama  ADCTD, seorang Graffiti Artist dari kota Bandung. Mau ada apresiasi atau nggak, fokusnya tetap sama; melakukan apa yang ia suka dan tetap menghiasi kota dengan karyanya.

Source: Instagram.com/ADCTD-Singapore 2014

 

Motivasi terbesarnya untuk menjadi seorang Graffiti Artist adalah karena kecintaan akan menggambar dan sosok idaman dalam dunia graffiti, yaitu stereoflow dan astronautboys. Sementara, sumber energi terbesarnya ialah izin dan doa restu dari orang tua. She needs no appreciation from everyone in this world, karena, "Buat aku apresiasi terbesar itu adalah orang-orang yang hadir di setiap proses perkembangan selama aku berkarya." - ADCTD.

 

Sekarang, mari kita lihat sisi lain dari apresiasi versi Albert R. Candler:

“Apresiasi merupakan kegiatan mengartikan serta menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni, serta menjadi sensitif mengenai gejala estetis dan artistik, sehingga dapat menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya.”

 

Terlalu sering menerima apresiasi adalah hal yang ditakutkan bagi beberapa orang. Pujian dan kata-kata manis yang bercucuran seperti hujan lebat ditakutkan menghalangi pandangan akan ketulusan dalam menciptakan suatu karya, membuat tumpul daya juang dan menenggelamkan rasa apabila kelak kita nggak lagi menerima apresiasi yang seperti biasanya.

Yes, guys, appreciation really works like that. It feels very good to be appreciated, tapi jangan sampai mengagungkan dan bergantung pada apresiasi itu. Karena ketika apresiasi lenyap, keinginan kamu untuk berkarya juga bisa ikut sirna.

 

Ada juga cerita dari Jemi Bayu, seorang Barista sekaligus Podcaster Ba(cot)rista & Sepulang Kerja.

Source: Instagram.com/Jemibayu

Kepuasan dan senyum pelanggan serta dukungan dari orang-orang terdekat jadi motivasi utamanya untuk selalu berkarya, dan bagi Jemi, apresiasi nggak selalu harus diberikan oleh orang lain. Justru ada yang lebih penting, yaitu, mengapresiasi diri sendiri. Kegiatan ini bisa juga dibilang sebagai menghayati apa yang udah berhasil atau bahkan gagal kita capai, Di setiap langkahnya, ada energi dan effort yang kita keluarkan, dan semua itu layak banget untuk kita akui serta apresiasi.

 

So, does appreciation really matter?

Well, appreciation does matter, tapi nggak harus selalu menjadi yang nomor satu. Soal ukurannya sepenting apa, semuanya kembali lagi ke kamu. Hanya, sebagai manusia, akan lebih baik kalau kita bisa terus belajar untuk mengapresiasi setiap usaha dan karya orang lain serta diri sendiri. Dan ingat, ada atau nggak adanya apresiasi, semoga kamu tetap bisa berkarya dengan sepenuh hati!

Maulana Syarief
Creative Account Manager at IDEABAKERS who love to learn and play at the same time
OTHERS

...

Menelusuri Jejak-jejak Asal Mu...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
23 Nov 2021 | 4 minutes to read

...

Bermain-main dengan Memoar di...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
18 Nov 2021 | 3 minutes to read

...

Bagi Mereka, Pahlawan itu...

ALI YAUMIL
10 Nov 2021 | 1 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved