Unexplainable Creative Process

Oleh: Annisa Hasna

Nurul Susantono atau biasa dipanggil Nuya—perempuan kelahiran tahun 1992 yang menjadi alasan di balik keberadaan Jakarta Movement of Inspiration atau lebih dikenal dengan Jakarta Movin, wadah bagi generasi muda mengekspresikan diri, berkarya, dan berkreasi. Nuya memiliki kecintaan yang besar terhadap dunia seni sejak di bangku SMA dengan terlibat langsung di drama musikal. Hal tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Nuya untuk mempertahankan apa yang udah dilakukannya dengan membentuk Jakarta Movin bersama Faras pada tahun 2014—di usia 21 tahun.

Sebagai titik awal perjalanan, Nuya dan Faras memutuskan untuk melakukan open recruitment Jakarta Movin, and boom! Ada lebih dari 1.000 orang yang tertarik untuk bergabung dan menjadi bagian dari Jakarta Movin. What a great start! Bersama Jakarta Movin, Nuya kini berhasil membuat banyak pertunjukan musikal, seperti Musikal Sekolahan, Gemuruh, Musikal Petualangan Sherina, hingga karya terbarunya PENSI NETFLIX bulan Januari bersama Kristo Immanuel.

Muda, cerdas, dan aktif berkarya! Penasaran nggak kaya gimana proses kreatif yang Nuya lakukan selama ini?

 

Finding ideas is a mystic 

“I have no idea, really...” Jawab Nuya ketika kami bertanya, “Gimana, sih, cara lo menciptakan sebuah ide?”

Bagi Nuya, ideasi bukanlah suatu proses menciptakan. Ide merupakan sesuatu yang mampir ke dalam benak dan harus segera kita tangkap. Nuya sendiri nggak pernah secara sengaja melakukan proses ini, tapi, Nuya punya tips & trik supaya kita lebih peka dalam menangkap ide.

“Ide itu bukan diciptakan, tapi yang datang ke dalam benak kita and then we catch it. Maybe the best thing I can offer adalah realize the conditions in which this happens, jadi lo bisa nge-set environment lo and then I try to identify, terus gua sadarin, terus gua coba terjemahin secara teknis,” jelas Nuya ketika ditanyai mengenai proses ideasi. Hal yang menjadi pegangan bagi Nuya pada kegiatan ini adalah: don’t expect it to happen. Menurut Nuya sendiri dalam berproses kreatif, ide nggak bisa dipaksakan untuk hadir, karena keterpaksaan nggak bakal bikin ide itu datang. Proses ideasi ini sangat bergantung pada kesiapan tubuh dan skill yang dimiliki, semakin sering berlatih maka akan semakin mudah mendapatkannya.

Tapi, gimana kalau lagi dikejar deadline?

Here’s the cheat: Puzzling!

Sebagai pegiat industri kreatif, tentu aja Nuya sering banget berhadapan dengan deadline. Terus, kalau proses ideasinya harus selalu menunggu sementara deadline udah ada di depan mata, gimana, dong?

Waktu dihadapkan dengan kondisi kaya gini, biasanya Nuya akan duduk dan melakukan “puzzling.” She breaks everything down and write just anything, Setelah draft pertama selesai, Nuya akan melakukan review untuk melihat lagi apa aja yang kurang atau perlu diganti. Perbaikan demi perbaikan terus Nuya lakukan sampai ia mendapatkan hasil yang memuaskan!

 

Multitasking or single tasking?

We need to be fast and able to do several tasks in one time! Whoa, sounds a lot like a creative person, yes? Tapi, apakah semua orang yang bekerja di bidang kreatif selalu mampu dan selalu prefer multitasking?

The answer is no.

Nuya adalah salah satu penganut single-tasking. Ia lebih senang melakukan satu persatu pekerjaan daripada menumpuknya sekaligus, dan ternyata, konsentrasi pada satu pekerjaan lebih mendatangkan banyak manfaat daripada mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, lho! 

Dikutip dari buku IKIGAI karya Hector Garcia & Frances Miralles, “We often think that combining tasks will save us time, but scientific evidence shows that it has the opposite effect. Our brains can take in millions of bits of information but can only process a few dozen per second. When we say we’re multitasking, what we’re really doing is switching back and forth between tasks very quickly. Unfortunately, we’re not computers adept at parallel processing. We end up spending all our energy alternating between tasks, instead of focusing on doing one of them well.”

 

Understanding leads you to the north star

“Apa hal yang paling dibutuhkan sebagai seorang pemimpin?”

Menanggapi pertanyaan ini, kalau bicara tentang scope pekerjaan, Nuya mengaku dia nggak ahli dalam semua bidang, tapi, ia memahami gambaran besar pekerjaannya dalam porsi yang cukup, hal itu kemudian dijadikan modal untuk mengatur sistem manajemen dan proses produksi.

Ia juga menyebutkan beberapa hal terpenting dalam menjadi pemimpin. “First thing first, you need empathy and awareness.” Sebagai seorang leader yang ingin timnya berkembang dan diapresiasi, Nuya selalu berusaha mengetahui apa yang anggota timnya ingin capai, apa yang ingin mereka kembangkan, dan apa tujuan mereka di Jakarta Movin. Dengan mengetahui hal tersebut, Nuya juga jadi lebih mudah memahami para anggota dan membantu mereka dalam mewujudkan berbagai citanya.

But, how does she treat her team?

“Ya, kayak memperlakukan teman atau keluarga yang mau lo support untuk berkembang aja,” timbal Nuya. Menurut Nuya, dengan membangun kultur ini, ia akan lebih memahami bagaimana dan siapa orang yang sedang bekerja sama dengannya hingga kemudian ia bersama timnya mampu mencapai visi dan misi yang sama. 

 

It’s such a great opportunity for us to talk with her! Selain memang udah jelas bertalenta, Nuya juga memiliki personality yang sangat menyenangkan serta inspiratif! We never went through a boring second talking to her. Can’t wait to see what’s next from Nuya and Jakarta Movin!

Annisa Hasna
Writer at IDEABAKERS
OTHERS

...

Menelusuri Jejak-jejak Asal Mu...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
23 Nov 2021 | 4 minutes to read

...

Bermain-main dengan Memoar di...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
18 Nov 2021 | 3 minutes to read

...

Bagi Mereka, Pahlawan itu...

ALI YAUMIL
10 Nov 2021 | 1 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved