Love Language: Spread The Love For All

Oleh: Mita Aulia Hakim

“Kabarin kalo udah selesai ya, aku tungguin” is a love language.

“Udah aku transfer, ya“ is a love language.

“Text me when you’re home” is a love language.

 

Pernah dapat teks atau sekadar baca cuitan-cuitan di atas di timeline Twitter? Sekilas, kata-kata itu terlihat sepele, tapi, ketika diomongin sama orang yang berharga bagi kita, rasanya pasti jadi beda.

Selama 20 tahun ke belakang, love language menjadi salah satu topik yang gak bisa lepas dari sebuah hubungan.

Pernah nggak, sih, lihat orang tua yang udah nikah puluhan tahun tapi jarang akur? Bisa jadi itu karena mereka nggak memahami love language masing-masing–tapiii, ini hanya salah satu kemungkinan faktor, ya.

Sebelum cerita lebih panjang, apa, sih, love language itu?

 

Love language atau bahasa cinta merupakan cara seseorang mengekspresikan cintanya kepada orang lain. Misal, ada satu pasangan, si cewek ngerti bahasa Spanyol, si cowok ngerti bahasa Prancis. Nah, biar hubungannya langgeng, si cewek harus bisa ngomong bahasa Prancis, dan si cowok harus menguasai bahasa Spanyol. Intinya, mereka harus saling mengerti masing-masing bahasa pasangannya dulu supaya ngobrolnya nyambung.

Love language adalah istilah yang dipopulerkan oleh Dr. Gary Chapman dalam buku The Five Love Language: The Secret to Love that Lasts yang terbit tahun 1995. Konselor pernikahan asal Amerika ini melihat pola yang sama dari seseorang yang merasa nggak dicintai oleh pasangannya selama menikah. Chapman akhirnya merumuskan lima love language untuk mengatasi permasalahan tersebut.

 

Ini dia lima love language menurut Chapman:

  1. Words of Affirmation

“You’re doing great today and I’m really proud of you!” ialah sebaris kalimat yang membuat orang dengan love language words of affirmation akan merasa sangat diapresiasi dan dicintai. Nggak perlu deretan puisi atau surat yang ditulis tangan sendiri, sekadar “kagum deh saya sama kamu” aja udah bisa bikin mereka senang 24 jam because words–no matter how short that is, do really matter for them.

  1. Quality Time

Time is the currency of relationships. If you want to invest into your relationships, start by investing your time.” – Dave Willis

Setuju, kan, kalau dalam hubungan apapun, menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai itu sangat penting?

Nah, buat seseorang yang punya love language ini, memberi perhatian saat sedang bersama adalah bentuk cinta. Artinya, ketika bertemu, mereka ingin fokus dengan seseorang yang ada di hadapannya; mereka ingin bercerita, mendengarkan, tertawa bersama, tanpa ada gangguan dari ponsel atau bahkan ngeliat orang yang lagi bareng sama mereka sibuk ngurusin kerjaan. That’s a big no, because for them, quality is priority.

  1. Physical Touch

“Your hand is touching mine. This is how galaxies collide.” – Sanober Khan

Physical touch bukan berarti sentuhan yang nggak sopan, ya! Tapi, mereka yang punya bahasa cinta ini akan merasa disayang kalau partner atau orang yang berharga bagi mereka menunjukkan perasaannya lewat sentuhan fisik. Misalnya, menggenggam tangan ketika sedang menghadapi ketakutan, atau memberikan pelukan sebagai ucapan selamat atau sebuah pencapaian; sentuhan sederhana seperti itu akan membuat mereka merasa tenang dan nyaman. 

  1. Acts of Service

Actions speak louder than words.

Yup! Ketika seseorang punya bahasa cinta yang satu ini, mereka akan merasa sangat dicintai dan diapresiasi kalau partner-nya melakukan hal-hal tertentu untuk mereka. Nggak perlu hal besar seperti bantuin bikin tugas atau beresin kerjaan, hal sesederhana seperti bantu cuci piring, membukakan plastik makanan, mengambilkan gelas untuk minum juga akan berarti besar untuk mereka.

  1. Receiving Gifts 

“May no gift be too small, nor too simple to receive, which is wrapped in thoughtfulness, and tied with love.” – L.O Balrd

Siapa, sih, yang nggak suka dikasih hadiah?

Mereka yang memiliki love language receiving gifts menganggap kalau seseorang memberi hadiah, berarti ada waktu, pikiran, dan tenaga yang diusahakan lewat hadiah tersebut. Ibaratnya, ketika hadiah itu sampai ke tangan mereka, seolah ada kalimat pengantar, “I think of you when I saw this.” Effort yang dikeluarkan ketika beli hadiah jadi hal penting yang membuat mereka merasa dicintai.

 


“Karena cinta identik dengan pasangan, berarti kalau aku jomblo, aku nggak punya love language dong?”

No darling, you have it!

 

Dilansir dari laman resmi buku The 5 Love Language, Gary Chapman menyebutkan kalau love language itu universal. Setiap orang pasti punya bahasa cinta dalam hubungan antar teman, orang tua dan anak, kakak-adik, ataupun rekan kerja. Di dalam keluarga, misalnya, si ayah punya love language quality time, si ibu cenderung ke act of service, sementara si anak senang dipuji-puji alias words of affirmation. Setiap minggu, mereka menghabiskan waktu bersama tanpa handphone dan membagi tugas buat bersih-bersih rumah. Lalu, pas makan malam, si orang tua mengapresiasi anaknya yang baru aja selesai ujian. Walaupun nggak ada kata cinta di kegiatan itu, tapi keluarga ini bisa dibilang penuh cinta karena berbicara dengan love language setiap anggotanya.  

Bahasa cinta yang dimiliki masing-masing orang juga bisa tergantung dari jenis hubungan dan situasinya. Misalnya, ada seseorang yang love language-nya quality time pas lagi sama pasangan, tapi, kalau sama kakaknya, dia lebih suka receiving gifts.

Dalam kehidupan sehari-hari, love language ternyata punya banyak manfaat, loh! 

Dikutip dari laman verywellmind, saat seseorang mengungkapkan bahasa cinta untuk orang lain, mereka punya empati yang tinggi. Bahasa cinta juga bisa menurunkan egoisme individu, memaksimalkan personal growth, mempertahankan intimasi hubungan, dan membuat cinta jadi lebih berarti.

 

Dari yang udah kamu baca di atas, kira-kira, apa love language kamu?

 

Kalau masih ragu, kamu bisa cari tahu love language lewat tes ini. Share juga tes tersebut ke pasangan, teman, saudara, atau orang tua biar kita bisa memahami love language mereka. Let’s understand the love by its language!

Mita Aulia Hakim
Exploring words as a Creative Account Officer at IDEABAKERS
OTHERS

...

Menelusuri Jejak-jejak Asal Mu...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
23 Nov 2021 | 4 minutes to read

...

Bermain-main dengan Memoar di...

PUTI CININTYA ARIE SAFITRI
18 Nov 2021 | 3 minutes to read

...

Bagi Mereka, Pahlawan itu...

ALI YAUMIL
10 Nov 2021 | 1 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved