Open Minded for Granted

Oleh: Ayu K Putri

“Taking risks and occasionally being ruined wasn’t acceptable, and neither was not taking risks and not having exceptional results. I would need an approach that would give me the exceptional upside without also giving me the exceptional downside. When I discovered it, it turned out to be my holy grail. To get it, I needed to replace the joy of being proven right with the joy of learning what's true.” dari salah satu chapter Principles for Success milik Ray Dalio yaitu: “Be Radically Open-Minded.”

 

Seberapa open minded, sih, kamu? Atau menurut kamu open minded itu bikin capek? Cara seseorang berpikir nyatanya berpengaruh banget sama keputusan yang akan diambil dan menunjukkan gimana kualitas hubungan kita sama orang lain. Pola pikir yang dipilih secara nggak langsung juga menunjukkan karakteristik kita waktu menghadapi masalah-masalah di kehidupan yang fana ini. Salah-salah bisa nganterin kita ke keputusan yang kurang efektif atau bahkan merugikan. Sebenarnya, jadi orang yang open minded atau close minded itu susah buat kita klaim sendiri karena sulitnya memadukan sudut pandang kita dan orang lain, makanya kadang-kadang kita keliru mengartikan pola pikir yang kita gunakan.

Memangnya apa, sih, open minded itu sampai bisa ngefek banget ke keseharian kita? Nah, kalau menurut Ray Dalio di dalam bukunya yang berjudul Principles, open minded itu berarti pola pikir yang punya kemampuan untuk bisa menghadapi rintangan dan tantangan dengan cara yang berbeda, mereka yang berpola pikir terbuka punya semangat tinggi buat belajar, mereka juga akan rela dan merasa baik-baik aja untuk membuat kesalahan. Menarik, kan?

Punya pola pikir terbuka berarti nggak kaku dan fleksibel. Salah satu hal yang bisa kita perhatikan dari seseorang yang open minded, mereka itu nggak apa-apa banget ketika bikin kesalahan, karena bagi mereka, kesalahan adalah tempat untuk belajar. Dari semangat belajar itu, orang yang open minded bakal seneng banget buat menyerap banyak pandangan dan informasi baru dari orang lain. Mereka bakal nganggep hal itu sebagai asupan data buat dicerna di otak terus dianalisa, deh, sama sudut pandang sendiri, biar akhirnya bisa menghasilkan pemikiran yang paling mantap buat semuanya!

Di sini uniknya, orang yang close minded secara nggak langsung akan repot buat ngelakuin hal-hal itu. Perbedaannya cukup mencolok dan cukup bikin kita introspeksi diri hahaha! Masih dari buku yang sama oleh Ray Dalio, dijelaskan bahwa ada tujuh poin yang membedakan pola pikir orang yang open minded dan close minded. Simak, yuk, apa aja perbedaannya!

 

  1.   Challenging Ideas

Perbedaan pertama, seorang close minded akan sulit menerima ketika seseorang nggak setuju sama pendapat mereka, justru mereka ini bakalan sibuk buat ngebuktiin kalau mereka adalah kebenaran sesungguhnya. Hmm, siapa yang kaya gitu, hayo? Biasanya mereka akan cenderung menghindari tantangan dalam sebuah ide-ide baru yang berdatangan. Sedangkan, ketika seorang open minded ditentang, mereka bakal menganalisa kira-kira apa, sih, yang bikin orang lain nggak setuju? Tujuannya supaya mereka bisa mempertimbangkan kembali pemikirannya.

  1.   Statements vs. Questions

Pola pikir seorang close minded lebih suka bikin pernyataan dibanding dengan mengajukan pertanyaan, karena mereka akan lebih fokus buat menyanggah pemikiran orang lain demi mempertahankan pemikirannya; beda sama orang-orang open minded yang selalu penasaran sama apa yang ada di pikiran orang lain sebagai bahan pertimbangan buat keputusan selanjutnya.

  1.   Understanding

Close minded itu pengin banget pemikirannya dimengerti, dibandingkan dengan mengerti orang lain. Sedangkan ketika orang yang open minded nggak disetujui, mereka bakalan minta untuk dijelaskan ulang hal-hal yang mungkin terlewat dan bikin mereka nggak bisa mengerti dengan baik. Beda banget, ya?

  1.   I Might Be Wrong, But…

Para close minded akan berusaha meyakinkan (tapi) mereka sendiri nggak yakin… Nah, gimana, tuh? Jadi... kalau kata Ray Dalio, ketika sebuah pernyataan dimulai dengan kalimat “Aku mungkin salah, tapi…” maka lebih baik kalimatnya berhenti di situ aja, ok? Karena kalau kita mengawali kalimat seperti itu, tandanya kita nggak yakin sama apa yang mau kita sampaikan, jadi daripada salah atau bikin multitafsir, mendingan nggak usah sekalian, deh. Sebaliknya lagi, kalau para open minded ini biasanya tahu kapan waktu dan redaksional yang tepat buat mengajukan pernyataan.

  1.   Just Shut Up

Masih dengan karakter yang sama, mereka yang close minded itu lebih suka buat didengarkan, kayaknya susah, deh, buat mereka ngasih kesempatan orang lain untuk berbagi pemikiran. Pokoknya sifat nggak egois dan punya kepekaan itu cuman dimiliki oleh orang-orang yang open minded. Sedaaap!

  1. Only One Sperm Gets In

Ini merupakan analogi, maksudnya ketika salah satu informasi udah masuk ke otak,  maka otak kita cenderung akan tertutup untuk informasi lainnya, dan ini bukan cara yang bagus buat berpikir. Ini, nih, yang dialami oleh para close minded, mereka itu bakal kesulitan buat memikirkan lebih dari satu hal sekaligus. Sedangkan seorang open minded bisa dengan baik menyerap informasi dari luar sambil tetap mencerna pemikirannya dengan lancar.

  1.   Humble Pie

Jadi orang yang humble itu agak susah buat para close minded. Sedangkan orang yang open minded akan dengan rendah hati mengakui bahwa mereka itu punya peluang yang gede banget buat bikin kesalahan, dan mereka juga sadar kalau mereka nggak selalu tahu tentang segala hal di dunia.

 

Gimana? Udah merasa tertampar, terjungkal, dan terjerembab belum? Hahaha. Kayaknya dengan penjelasan di atas, kamu udah bisa lihat pola pikir mana yang bakal lebih banyak memudahkan urusan kamu. Nyatanya, pola pikir terbuka ngasih lebih banyak keuntungan daripada pola pikir yang tertutup. Dilansir dari laman positivelypresent.com, punya pola pikir yang terbuka ngasih kamu banyak keuntungan kayak gini:

  1.     Letting go of control
  2.     Experiencing changes
  3.     Making yourself vulnerable
  4.     Making mistakes
  5.     Strengthening yourself
  6.     Gaining confidence

 

Ngeh nggak, sih, kalau ada satu poin yang dari awal selalu nyambung? Yaitu, making mistakes. Menjadi open minded berarti punya kerelaan buat bikin kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut. Di keseharian, bikin kesalahan itu masih jadi sebuah kebimbangan, ya? Antara takut dihakimi karena salah, atau berani menjadikan itu sebagai bahan evaluasi nantinya.

Facts talk, seringkali ketika kita bikin kesalahan, hal yang pertama dilakukan ialah membuat pembelaan. Sibuk nyari-nyari alasan kenapa kesalahan itu bisa terjadi bahkan sampai bawa-bawa orang lain, padahal kita sendiri tahu, langkah itu nggak nggak akan menyelesaikan masalah, pun mengubah keadaan. Yaa… Tapi hal ini terbilang wajar juga, sih… Karena biasanya kita nggak siap sama apa yang akan terjadi selanjutnya, jadi sibuk, tuh, nyari alasan dan nyalahin ini dan itu. Padahal, kalau kita berpikiran terbuka, kita bisa lihat sisi lain dari sebuah kesalahan; selain pengalaman, hikmah dalam sebuah peristiwa itu nyata adanya, lho, tinggal gimana kepekaan kita aja waktu bergumul sama masalah terkait.

 

Intinya, sih, jangan kaku-kaku banget! Salah itu nggak apa-apa, namanya juga lagi belajar… Dan lagi, Jadi orang yang open minded itu bukan sesuatu yang gampang, tapi kita akan bisa kalau terbiasa. Jadi, sekarang waktunya buat memilih kebiasaan yang tepat; memulai untuk memperbaiki dan melatih pola pikir agar lebih terbuka dan menjadi peka terhadap pandangan-pandangan baru. Bonusnya, kita bisa jadi orang yang lebih menyenangkan, punya wawasan lebih luas, dan juga bisa lebih chill dalam ngejalanin banyak hal, soalnya udah nggak takut lagi untuk bikin kesalahan selagi kita mau terus belajar,  karena. “Making mistakes allows yourself not only to recognize potential mistakes you've made, but also to make new mistakes.”

Ayu K Putri
Attracted to words and everything in between
OTHERS

...

Wanggi Hoed dan Kehidupan Seni...

ALI YAUMIL
13 Oct 2021 | 5 minutes to read

...

Sustainability Sama Dengan Gay...

ANNISA HASNA
01 Sep 2021 | 4 minutes to read

...

10 Harsh Truths About Growing...

CITRA SARAS
22 Aug 2021 | 4 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved