At Least, It Won't Last Forever

Oleh: Ayu K Putri

Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk meratapi diri gara-gara pernah membuat kesalahan sebenarnya nggak mengubah apapun. Ketika kita melakukan hal itu, artinya tanpa disadari, kita ada di dalam ‘jebakan betmen’. Kita diam di tempat dan nggak terbuka terhadap hal baru di depan mata. Padahal, kata orang “Show must go on!” Tapi, ya, namanya juga manusia. Kalau bisa ribet, kenapa nggak?

Auto-senyum, ya, bacanya? Ngeribetin hidup orang aja nggak boleh, dari mana jalannya kita diperkenankan ngeribetin diri sendiri? Jangan terlalu keras, dong, sama diri sendiri. Sayang-sayang mental dan badannya, Guys!

 

Daniel Burrus, di TEDx Talk dalam “Seeing Invisible Solutions to Impossible Problem” berkata, “Whatever problem you've got, that's not it. The inside is, your problem is not your problem, there's another problem you're working on the wrong one. Let's put that into a personal strategy and that is I'd like you to take your problem and skip it because it frees you to find the actual real problem." 

Haa? Masa diminta untuk skip the problem? True, Guys! Burrus mengajak kita berpikir efektif dan elektif dalam mencari solusi. Kadang memang kalau lagi ada masalah, kita terlalu fokus mencari tau apa yang menjadi sebab dan siapa yang bersalah, sampai lupa kalau yang seharusnya segera dicari adalah jalan keluarnya. Supaya kita bisa move on ke hal yang lebih penting.

Kita langsung ke contoh kasus. Di sebuah gedung perbelanjaan, pihak pengelola sering dapat keluhan soal lift-nya yang lama banget. Kira-kira apa yang harus dilakukan oleh pengelola? Memperbaiki mesin atau upgrade lift jadi lebih modern, kan? Tapi biayanya pasti besar banget, belum lagi makan waktu yang lama.

Kata Daniel Burrus, sebenarnya bukan itu permasalahan utamanya, tapi, para pengunjung mengeluh karena mereka bosan waktu nungguin lift, sehingga rasanya jadi lama banget. Solusi yang lebih efektif dan hemat adalah dengan memasang cermin di sekitar tempat nunggu lift, juga di dalam lift-nya, jadi perhatian para pengunjung yang menunggu bisa teralihkan, tiba-tiba nyampe, deh! Intinya, bakal lebih baik kalau kita bisa menyederhanakan setiap kejadian biar langkah ke depan juga terasa lebih ringan.

 

Masih dari Burrus, ada beberapa strategi terapan yang memudahkan kita buat nyelesaiin masalah:

  • Your problem isn’t the real problem

Seringkali kita udah panik dan pusing duluan gara-gara mikirin masalah yang “kelihatan” menohok. Padahal kalau digali lebih dalam, bisa jadi hal yang bikin mumet itu bukan masalah utamanya. Tapi, ada hal lain yang ketutup karena kita terlanjur panik.

  • Think in terms of opposite

Ini menarik, deh! Kalau kira-kira kita kesulitan untuk menjalankan solusi yang ada, kita bisa berpikir dari sisi sebaliknya. Misalkan kita pengin nabung, tapi susah banget nyisihin uang tiap bulannya. Ini saatnya mengubah sudut pandang! Coba fokusnya diganti jadi lebih fokus dalam mengontrol pengeluaran, sehingga sisa uangnya akan lebih banyak dan bertahan di rekening kamu.

  • Look at technology for help

Istilah melek teknologi itu ya tidak lain dan tidak bukan buat meringankan pekerjaan kita, juga membantu dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Biasanya ini terkait dengan pekerjaan secara teknis. Misalnya, buat kita yang suka bingung dan nggak inget uang habis buat apa aja, sekarang udah banyak banget aplikasi catatan keuangan yang terhubung dengan dompet digital, jadi kita bisa memonitor pengeluaran dan melakukan evaluasi untuk mengendalikan pengeluaran selanjutnya.

  •  Peel the onion

Kupas bawangnya, lapisan-perlapisan, sampai ke umbi intinya. Gitu kira-kira perumpamaan yang seharusnya dilakukan waktu menganalisa masalah. Ini dilakukan biar kita tahu apakah kita lagi menyelesaikan permasalahan yang tepat atau bukan? Solusinya udah paling bener atau belum? Baru, deh, kelihatan mana yang sebenarnya jadi inti masalah.

  • Focus on one issue at a time

Tenang! Fokus beresin satu demi satu masalah itu nggak buang-buang waktu, kok. Sama kayak prinsip one work at a time, focus on one issue at a time juga tujuannya buat meringankan pikiran kamu biar nggak stres-stres banget.

 

Skip the problem pada dasarnya tentang strategi kita dalam bermanuver untuk menyelesaikan masalah, supaya nggak diam di tempat dan lebih mudah berkembang. Karena inget, dunia nggak berotasi hanya untuk kita.

 

Ngomongin soal move on dan berkembang, kita bisa sedikit banyak ngeliat perjalanan rumit seorang figur yang berhasil untuk move on dan kembali settle, Imam Darto. Beberapa dari kita mungkin tahu Imam Darto ini dari program radio prime time sore di Prambors yaitu The Dandees, dan sebagian lagi tahu dari sebuah program TV berjudul The Comment. 

Diawali dengan menjadi pembawa acara langganan di sekolahnya, bakat Imam Darto berhasil mengantarkannya masuk ke dunia radio. Karirnya sebagai announcer jagoan Prambors ditutup manis dengan debutnya di kancah pertelevisian nasional bersama rekan siarannya, yaitu Dimas Danang melalui acara berjudul The Comment. Acara ini berhasil bertahan selama enam tahun lamanya.

Sayangnya, di tahun keenam, program The Comment harus berakhir ketika Dimas Danang memutuskan untuk berpindah haluan karir yang secara nggak langsung juga ninggalin Mas Darto. Rencana jadi duo di acara-acara selanjutnya juga terpaksa batal, deh. Keadaan ini bikin Mas Darto nggak siap untuk bisa melanjutkan karir as a one-man show. Mas Darto memilih untuk tetap bertahan dengan mengambil pekerjaan yang katanya, sih, nggak sesuai dengan karakternya, kemudian mencoba kembali beradaptasi.

Hal ini jadi pemicu Mas Darto untuk terus menelurkan karya. Aktif sebagai penulis skenario film televisi selama menjadi penyiar radio membuatnya dipercaya oleh Desta untuk menulis skenario film berjudul Pretty Boys. Ternyata, karya ini direspon baik oleh khalayak ramai dengan pencapaian 500.000 penonton dalam sebelas hari penayangan. Mas Darto sendiri berhasil masuk sebagai nominasi Penulis Skenario Terpuji dalam Festival Film Bandung tahun 2020.

Basic-nya sebagai penyiar radio juga berhasil ia salurkan melalui media Podcast. Bertajuk Podkemas (Podcast Kesehatan Masyarakat) yang beranggotakan Imam Darto, Ananda Omesh, Angga Nggok, dan Surya Insomnia, Podkesmas berhasil merajai tangga Podcast Nasional. Bahkan saat ini Mas Darto CS udah mengekspansi karyanya menjadi sebuah perusahaan media yang membentuk ekosistem Podcast dengan cakupan yang lebih luas. Mengusung nama Podkesmas Asia Network, mereka saat ini udah membawahi lebih dari empat podcast nasional dan terus bertumbuh. Hingga saat ini ia juga lagi disibukkan sebagai Youtube creator, penulis, pengisi suara, hingga host di televisi nasional.

Lesson learned: Imam Darto nggak terpuruk dan menyerah gitu aja; juga nggak uring-uringan mempermasalahkan keputusan rekannya. Imam Darto memilih untuk beradaptasi dengan situasi, kemudian berusaha mencari sumber lain untuk mempertahankan karir. Ia paham bahwa inti masalahnya itu bukan kehilangan rekan berkarir, namun diberi kesempatan lain untuk bisa terbang bebas sendiri.

Jadi, kita bisa bercermin, nih, sekarang. Udah seperti apa, sih, manajemen problem solving kita? Apakah kita termasuk orang yang sulit melangkah ketika udah tersandung masalah? Atau malah sebaliknya? Faktanya, memiliki keterbukaan untuk mengambil sikap dan menentukan arah tujuan selanjutnya setelah sempat terjatuh merupakan keberanian luar biasa. Artinya, kita udah menemukan celah yang tepat untuk bisa melepaskan diri dari belenggu problema yang sungguh monoton itu. It’s a horray!

Sekarang, angkat dagumu, terapkan lima strategi dalam menghadapi masalah sedikit demi sedikit biar lebih cepat langkah kita untuk move on dan nggak terjebak di tempat yang sama terus. Nggak mau, kan, waktumu habis dengan hal yang nggak ada gunanya?

Good luck!



Ayu K Putri
Attracted to words and everything in between
OTHERS

...

Wanggi Hoed dan Kehidupan Seni...

ALI YAUMIL
13 Oct 2021 | 5 minutes to read

...

Sustainability Sama Dengan Gay...

ANNISA HASNA
01 Sep 2021 | 4 minutes to read

...

10 Harsh Truths About Growing...

CITRA SARAS
22 Aug 2021 | 4 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved