Survive in Your Quarter Life Crisis Phase!

Oleh: Ali Yaumil

Pernah mikirin sesuatu yang nggak perlu dipikirin secara berlebihan sebelum tidur?

Pernah terlalu cemas dalam menghadapi hal baru seakan itu penentu hidup dan mati?

Pernah ngerasa ciut sama cerita teman-teman di tongkrongan karena, kok, pencapaian hidupnya udah buanyaakk banget?

 

Kalau pernah, mungkin kamu, kamu, dan kamu sedang berada di fase Krisis Seperempat Abad atau yang lebih dikenal dengan Quarter Life Crisis.

 

Kamu yang lagi menjalani hidup di usia 18-25 tahun mungkin udah nggak asing mendengar istilah Quarter Life Crisis – fase yang menyebalkan untuk dijalani oleh beberapa orang karena terlalu banyak kerumitan di dalamnya. Sebelum menyelam lebih dalam, kita cari tahu dulu apa itu Quarter Life Crisis (QLC).

Menurut Alexandra Robbins dalam bukunya yang berjudul Quarter Life Crisis: The Unique Challenges of Life in Your Twenties, ia menjelaskan bahwa QLC adalah reaksi dari individu yang meninggalkan rasa nyaman di masa remaja menuju sebuah fase ketidakstabilan, perubahan yang terus menerus, alternatif pilihan yang semakin banyak, kepanikan dan ketidakberdayaan sebuah individu yang umumnya dirasakan di usia 18-25 tahun. Reaksi yang ditimbulkan biasanya berupa kepanikan, frustasi, kecemasan berlebih yang berujung pada depresi. Reaksi-reaksi ini muncul ketika individu dihadapkan pada lingkungan yang nggak mendukung secara relasi, finansial, atau percintaan.

 

Terus gimana caranya buat tau kalau kita lagi ada di fase Quarter Life Crisis?

Kalau akhir-akhir ini kamu sering merasa cemas, terlalu memikirkan masa depan, atau mulai membanding-bandingkan hidup dengan teman, bisa jadi kalian sedang ada di fase QLC. Seperti yang dijelaskan Robbins pada bukunya, QLC sering muncul ketika kita dihadapkan dengan banyak pilihan atau malah berhadapan dengan jalan kosong di mana kita nggak melihat ada pilihan sama sekali. Hal ini juga sering terjadi waktu kita mau masuk ke fase hidup baru. Misalnya, baru lulus kuliah terus mau cari kerja, atau udah nggak cocok di tempat kerja lama dan ingin cari kantor baru.

Kurang lengkap rasanya Quarter Life Crisis kalau nggak ada bumbu pertanyaan-pertanyaan yang memacu adrenaline seperti, “Skripsi udah selesai?”, “Udah lulus belum?”, “Habis lulus mau jadi apa?”, “Udah dapet kerja?”, “Kerja apaan, tuh? Emang menjamin?”, “Kapan nikah?”, “Mau gini-gini aja?” –– Hehe :)

Rasanya asanya ingin auto-jawab, “MONMAP, nggak ditanya juga pusing sendiri mikirinnya, Om, Tante, rekan-rekan.”

 

Terus, kalau udah di dalam fase Quarter Life Crisis, kita harus ngapain? 

Apakah harus melakukan sesuatu atau diem aja sampai fase itu lewat? 

Jangan bingung, kami punya beberapa cara yang bisa membantu kamu untuk melewati fase Quarter Life Crisis:

 

Pertama, be the better version of yourself

Mungkin ini terdengar klise, tapi, satu hal yang mesti banget diinget adalah, life is not a race. If so, the race is for you and the older version of you. Jadi, hal yang bisa kamu lakukan adalah terus mengevaluasi diri dan bergerak untuk lebih baik lagi. Bandingin diri sama diri sendiri aja udah capek, nggak usah nambahin PR dengan bandingin diri sama warga, ya. 

 

Kedua, find your interest and make it happens!

Ketika kalian udah nggak membandingkan diri dengan orang lain, saatnya menggapai dan menjalani apa yang kamu minati. Cari hobi yang menyenangkan dan jalani sepenuh hati tanpa menghiraukan pendapat orang lain terhadap hobi tersebut.

 

Selanjutnya, think about it, jot it down, and do it – NOW!

Setelah kamu memahami apa yang ingin kamu tuju, tentukan rencana selanjutnya untuk bisa mencapai goals tersebut. Lebih detail lebih baik. Setelah rencananya selesai, maka hanya satu lagi langkah yang harus dijalani, yaitu, LAKUKAN! Jangan kebanyakan nontonin reels netizen, nanti malah jadi master of procrastinating

 

Terakhir, embrace the right circle

Semakin dewasa, lingkungan sosial kamu akan semakin luas, dan mereka juga datang dari latar belakang yang masing-masing berbeda, tapi dalam waktu yang bersamaan, circle kamu akan mengecil. Jadi, ini waktunya buat kamu untuk menerima bahwa teman dekatmu sedari SMP bisa jadi bukan orang yang bakal memberi kenyamanan saat ini atau sahabat yang kamu andalkan memilih jalan ninjanya sendiri. Either way, the right circle might be feelin’ a ‘lil blue at first, embrace… Choose those who want to fly higher together, not weighing down or stepping on your head to achieve something higher for ‘em.

 

Pada intinya, Quarter Life Crisis adalah fase yang sukar untuk dihindari dan hampir semua orang akan mengalaminya sekali, dua kali, atau bahkan berkali-kali, well, life itself is a series of crisis, isn’t it? Perlu diketahui juga bahwa fase ini, katanya, akan membentuk kamu untuk menjadi lebih baik. Jadi, jangan takut untuk menghadapi fase ini the call is yours.

Selamat berselancar di usia pertengahan 20, gengs!

Ali Yaumil
Creative Account Officer who swerve from a Graphic Designer to a Copywriter. Always wearing something yellow.
OTHERS

...

Wanggi Hoed dan Kehidupan Seni...

ALI YAUMIL
13 Oct 2021 | 5 minutes to read

...

Sustainability Sama Dengan Gay...

ANNISA HASNA
01 Sep 2021 | 4 minutes to read

...

10 Harsh Truths About Growing...

CITRA SARAS
22 Aug 2021 | 4 minutes to read

A medium to share curated story about people who brought their ideas into life, to inspire you to #BakeTheIdeaHappens

┬ęCopyright 2020 by IDEABAKERS. All rights reserved